Kamis, 29 Mei 2014

Berita Harga Daging dan Sembako Terus Merangkak Naik (Manusia dan Penderitaan)



KEBAYORAN LAMA (Pos Kota) – Menjelang 40 hari Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli, pasaran daging sapi dan sembilan bahan pokok (sembako) di pasar tradisional di Jakarta Selatan mulai merangkak naik.

Pantauan di Pasar Kebayoran Lama misalnya. Daging sapi naik Rp5.000 perkilogram menjadi Rp95.000/kg. Sedangkan daging has yang biasanya dimasak untuk rendang naik Rp10.000/kg menjadi Rp120.000/kg.

“Sudah seminggu pasaran daging sapi naik. Sudah tradisi sebulan jelang puasa dan terlebih lagi mendekati Pilpres,” ujar Ahwani, pedagang, Rabu.

Selain daging sapi, ayam ras broiler juga naik Rp5.000 per ekor menjadi Rp35.000. Sedangkan ayam kampung stabil Rp55.000/ekor.

Tepung terigu juga naik Rp2.000/kg menjadi Rp9.000/kg, gula pasir Rp12.000/kg, minyak curah putih Rp15.000/kg dan minyak curah kuning Rp13.000/kg, telor ayam broiler Rp19.000/kg.

Di kelompok sayuran, kentang dan tomat naik rata-rata Rp2.000/kg menjadi Rp12.000/kg dan Rp8.000/kg. Wortel naik Rp3.000/kg menjadi Rp12.000/kg. Kacang panjang naik Rp2.000/kg menjadi Rp16.000/kg. Jagung puntren Rp6.000/kg.

“Kangkung, bayam dan daun singkong Rp1.500 per ikat,” kata Suryati, pedagang sayuran.

Di kelompok bumbu dapur, bawang merah Rp24.000/kg, bawang putih Rp17.000/kg, cabe merah keriting Rp16.000/kg. Cabe rawit merah Rp20.000/kg dan cabe rawit hijau Rp16.000/kg. (Rachmi)

Penjelasan Manusia dan Penderitaan:

Berita ini sangat membuat rakyat yang kurang mampu atau yang sederhana pendapatannya harus lebih bekerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga yang dimana bahan-bahan sembako pada naik di sebabkan menjelangnya puasa dan lebaran sehingga membuat rakyat terutama yang kurang mampu tidak bisa membeli bahan baku /sembako untuk kebutuhan sehari hari sehingga menyebabkan penderitaan seperti busung lapar,dan berbagai macam penyakit akan timbul terhadap rakyat miskin di karenakan tidak dapat memenuhi rasa lapar dan bahkan bisa menyebabkan terjadinya kenaikan angka orang yang meninggal karena busung lapar yang di sebabkan tidak dapat memenuhi isi perutnya yang tak kunjung terisi,
Mungkin bagi orang kaya hal itu tak masalah terhadap kenaikan sembako akan tetapi bagi orang /rakyat miskin hal itu merupakan berita yang sangat sangat mengejutkan dan harus /terpaksa mebeli lebih sedikit sembako dari hari-hari biasanya(kemarin sebelum bahan sembako naik) dan mungkin bagi rakyat yang kaya tak akan merasa kelaparan dan tak akan menyebabkan terjadinya busung lapar bahkan meninggal akan tetapi bagi kalangan menengah kebawah hal itu bisa saja terjadi di karenakan semua bahan sembako pada naik bahkan di prediksi tahun ini akan terjadinya peningkatan angka meninggal dan peningkatan terjadinya berbagai macam keluahan penyakit seperti busung lapar dll.


Film The Raid (Manusia Dan Tanggung Jawab-Pengabdian)

Sinopsis Cerita Film The Raid 2012 
Kode M-TIX : RAID
Jenis Film : Action
Produser : Ario Sagantoro
Produksi : PT. MERANTAU FILMS
Sutradara : Gareth Huw Evans

The Raid adalah Film aksi seni bela diri dari Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi oleh Iko Uwais. Pertama kali dipublikasi pada Festival Film Internasional Toronto (Toronto International Film Festival, TIFF) 2011 sebagai film pembuka untuk kategori Midnight Madness, para kritikus dan penonton memuji film tersebut sebagai salah satu film aksi terbaik setelah bertahun-tahun sehingga memperoleh penghargaanThe Cadillac People's Choice Midnight Madness Award. Terpilihnya film ini untuk diputar pada beberapa festival film internasional berikutnya, seperti Festival Film Internasional Dublin Jameson (Irlandia), Festival Film Glasgow (Skotlandia), Festival Film Sundance (Utah, AS), South by Southwest Film (SXSW, di Austin, Texas, AS), dan Festival Film Busan (Korea Selatan), menjadikannya sebagai film komersial produksi Indonesia pertama yang paling berhasil di tingkat dunia.
Film The Raid sebenarnya adalah ide lanjutan dari keseluruhan cerita yang diinginkan sutradara Gareth Evans. Proyek awalnya,Berandal, diumumkan tahun 2011 sebelum film ini, namun baru dirilis pada 2014 dengan judul The Raid 2
Sinopsis
Jauh di jantung daerah kumuh Jakarta berdiri sebuah gedung apartemen terlantar yang tak tertembus dan menjadi rumah aman bagi gangster, penjahat dan pembunuh yang paling berbahaya. Blok apartemen kumuh tersebut telah dianggap tak tersentuh oleh para rival gembong narkoba terkenal Tama Riyadi, bahkan untuk perwira polisi paling berani sekalipun. Semuanya berubah ketika sebuah tim polisi senjata dan taktik khususberjumlah 20 orang ditugaskan untuk menyerbu bangunan tersebut dan mengakhiri teror Tama untuk selamanya.
Di bawah kegelapan dan keheningan fajar, Rama, seorang calon ayah dan perwira polisi elit baru, dalam regu yang dipimpin oleh Sersan Jaka, tiba di blok apartemen Tama dengan petunjuk Letnan Wahyu. Setelah berpapasan dengan Gofar salah seorang penghuni apartemen tersebut, mereka menerobos masuk dan dengan hati-hati mengamankan para penjahat penghuninya. Mulai dari lantai dasar dan bergerak naik, dengan terencana mereka menyusup sampai mencapai lantai enam, namun kemudian mereka terlihat oleh seorang anak pengintai, yang lari meneriaki temannya yang kedua sebelum dia tertembak mati oleh peluru senapan serbu Letnan Wahyu. Peringatan tersebut mencapai Tama dan algojonya, Mad Dog lewat interkom. Tama segera memanggil bala bantuan. Dua penembak runduk di gedung samping menembak anggota regu polisi di lantai dasar. Seorang anggota regu polisi lain segera tewas ditembak oleh penembak runduk setelah melihat keluar dari jendela. Dalam kekacauan tersebut tahanan mereka lolos dan membunuh dua polisi lain, mendapatkan kontrol di lantai 5. Sebuah serangan mendadak berhasil melumpuhkan satu-satunya mobil angkut regu Polisi. Tama mematikan listrik di seluruh gedung, mengumumkan terdapatnya "tamu tak diundang" terjebak di lantai 6, dan menjanjikan sewa gratis untuk yang berhasil membunuh mereka.
Regu polisi Jaka masuk dalam perangkap anak buah Tama di lantai 7 yang menembak mati banyak anggota regu polisi. Jaka segera mengetahui bahwa misi tersebut ternyata hanya diprakarsai Letnan Wahyu, sehingga tidak akan ada bala bantuan. Setelah baku tembak, regu Jaka pun kalah jumlah maupun amunisi dan diburu oleh anak buah Tama yang kejam dan beringas. Jaka, Wahyu, Bowo, Dagu dan Rama berhasil selamat, namun terpisah menjadi dua: Jaka, Wahyu dan Dagu di lantai 5, sedangkan Rama dan Bowo di lantai 7.
Memapah Bowo, Rama bertarung menerobos koridor lantai 7 dan tiba di apartemen 726 yang dihuni Gofar dan istrinya, memohon tempat persembunyian dari kejaran anak buah Tama. Geng parang dan pimpinan mereka memeriksa apartemen Gofar, menusuk dinding tempat persembunyian Rama, melukai pipi Rama, namun mereka tidak menemukan Rama dan akhirnya pergi. Rama meninggalkan Bowo dalam perawatan Gofar untuk mencari jalan keluar. Dia bertempur sengit dengan geng parang, namun kembali dikejar oleh anak buah Tama yang lain. Rama akhirnya tertangkap oleh Andi, tangan kanan dan otak bisnis narkoba Tama. Pada saat yang sama, Jaka berseteru dengan Wahyu karena Wahyu menolak untuk mencari Rama dan Bowo, membuat Jaka marah dan mempertanyakan integritas kepolisian Wahyu di balik misi naas tersebut. Jaka segera ditemukan oleh Mad Dog. Letnan Wahyu melarikan diri dan diikuti Dagu, namun Jaka harus tewas setelah beradu nyali dengan Mad Dog. Sementara itu, Andi terungkap sebagai kakak Rama yang terasing setelah meninggalkan keluarganya tanpa jejak. Andi menolak pulang ke keluarganya, namun berjanji mengeluarkan Rama dari gedung maut tersebut. Dia tak menyangka, Tama ternyata telah mengetahui pengkhianatannya melalui kamera tersembunyi yang tersebar di seluruh gedung, menyerahkan Andi ke tangan Mad Dog (yang sudah membenci Andi) untuk dihabisi.
Rama bergabung kembali dengan Letnan Wahyu dan Dagu, memutuskan untuk menangkap dan menggunakan Tama sebagai tiket keluar mereka. Mereka bertiga bertempur melewati laboratorium narkotika menuju ke markas Tama di lantai 15. Dalam perjalanan, Rama membebaskan Andi dan bersama-sama bertarung sengit melawan Mad Dog. Rama dan Andi akhirnya mengalahkan Mad Dog dengan sepotong pecahan dari tabung lampu neon. Sementara itu, Wahyu dan Dagu membekuk Tama, tapi Wahyu tiba-tiba menembak Dagu. Di tangga, Rama dan Andi berpapasan dengan Wahyu dan Tama, tapi Wahyu mengancam mereka untuk tidak ikut campur. Tama menggertak Wahyu bahwa ia telah mengetahui misi tersebut dari Reza, atasan Wahyu, dan bahwa Wahyu dikirim atasannya untuk dihabisi, karena Wahyu hanyalah seorang polisi kotor dalam sebuah kepolisian dengan petinggi-petinggi yang sudah dibayar oleh Tama.
Wahyu pun kalap dan menembak gembong narkoba tersebut di kepala. Putus asa, Wahyu mencoba bunuh diri namun gagal karena kehabisan peluru dan ditangkap tanpa perlawanan oleh Rama. Dengan matinya Tama, Andi pun kini berkuasa di gedung tersebut, menyuruh para penghuninya untuk kembali ke kamar mereka masing-masing. Andi memberikan Rama kotak berisi rekaman daftar hitam polisi-polisi korup. Andi kemudian mengawal Rama, Bowo dan Wahyu, namun tetap menolak tawaran Rama bergabung dengan mereka, dan masuk kembali ke gedung, sementara Rama berjalan ke luar gerbang menuju masa depan yang tak pasti.
Pemeran
·         Iko Uwais sebagai Rama, anggota tim polisi senjata dan taktik khusus dengan agenda tersembunyi, protagonis utama film.
·         Donny Alamsyah sebagai Andi, tangan kanan dan otak bisnis narkoba Tama dan juga kakak dari Rama
·         Pierre Gruno sebagai Letnan Wahyu, senior kepolisian yang memerintahkan operasi penyerbuan.
·         Ray Sahetapy sebagai Tama Riyadi, gembong narkoba kejam, penguasa gedung apartemen dan antagonis utama.
·         Yayan Ruhian sebagai Mad Dog ("anjing gila"), tangan kanan dan algojo brutal Tama yang berkeahlian silat tinggi.
·         Joe Taslim sebagai Sersan Jaka, pemimpin operasi penyerbuan.
·         Tegar Satrya sebagai Bowo, anggota tim polisi senjata dan taktik khusus yang keras kepala.
·         Eka "Piranha" Rahmadia sebagai Dagu, anggota tim polisi senjata dan taktik khusus.
·         Iang Darmawan sebagai Gofar, satu-satunya penghuni apartemen yang taat pada hukum.
·         Verdi Solaiman sebagai Budi, anggota tim polisi senjata dan taktik khusus.
·         Alfridus Godfred sebagai pimpinan geng parang anak buah Tama.
·         Hengky Solaiman sebagai ayah Rama.
·         Fikha Effendi sebagai istri Rama.
Menurut sang sutradara sekaligus penulis naskah Film The Raid, Gareth Evans  :
"The Raid bukan sekadar sebuah film Laga, namun ada sesuatu yang mengajarkan kita semua sebuah kekuatan sebuah pejuangan, untuk bertahan hidup "






Gareth Evans - Sutradara The Raid

Penjelasan Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian : 
Di film the raid ini banyak sekali menceritakan kisah pengabdian dan tanggung jawab polisi sebagai pembantu pemerintah dan juga disini di ceritakan tentang seorang Rama, seorang calon ayah dan perwira polisi elit baru, dalam regu yang dipimpin oleh Sersan Jaka ,yang di suruh atau di perintah (pengabdian) untuk menangkap seorang gembong bandar narkoba yang selalu merugikan pemerintah yaitu Tama yang  tinggal beserta anak buahnya di sebuahgedung apartemen yang sudah tak layak di di huni .
Bahkan seorang rama dan beserta para polisi lainnya yang misinya menangkap gembong narkoba tersebut harus mengalami peristiwa adu saling tembak yang mengakibatkan banyak polisi yang tewas di tempat dan hanya tersisa 5 polisi saja yaitu jaka wahyu,rama,dagu,bowo dan di situ pun mereka berlima di bagi menjadi dua regu yang terpisah . dimana satu regu yaitu jaka, Wahyu dan Dagu di lantai 5, sedangkan satu regu lagi yaitu Rama dan Bowo di lantai 7 yang dimana dia tetap menjalankan misinya untuk tanggung jawab nya serta pengabdiannya terhadap pemerintah agar tidak ada lg kerugian serta masalah-masalah yang terjadi di Negara itu tersebut.bahkan setelah berhasil menembak mati gembong narkoba tesebut mereka mendapatkan daftar hitam polisi polisi yang korup,dan berhasil menyelesaikan misinya yang merupakan tanggung jawab serta pengabdiannya terhadap pemerintah dan Negara itu tersebut