Sinopsis Cerita Film The Raid 2012
Kode M-TIX : RAID
Jenis Film : Action
Produser : Ario Sagantoro
Produksi : PT. MERANTAU FILMS
Sutradara : Gareth Huw Evans

The Raid adalah Film aksi seni bela diri dari Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi oleh Iko Uwais. Pertama kali dipublikasi pada Festival Film Internasional Toronto (Toronto
International Film Festival, TIFF) 2011 sebagai film pembuka untuk
kategori Midnight Madness, para kritikus dan penonton memuji film tersebut
sebagai salah satu film aksi terbaik setelah bertahun-tahun sehingga memperoleh penghargaanThe Cadillac People's Choice Midnight
Madness Award. Terpilihnya film
ini untuk diputar pada beberapa festival film internasional berikutnya, seperti Festival Film Internasional Dublin Jameson (Irlandia), Festival Film Glasgow (Skotlandia), Festival Film
Sundance (Utah, AS), South by Southwest Film (SXSW, di Austin, Texas, AS), dan Festival Film Busan (Korea Selatan), menjadikannya sebagai film
komersial produksi Indonesia pertama yang paling berhasil di tingkat dunia.
Film The
Raid sebenarnya adalah ide
lanjutan dari keseluruhan cerita yang diinginkan sutradara Gareth Evans. Proyek
awalnya,Berandal, diumumkan
tahun 2011 sebelum film ini, namun baru dirilis pada 2014 dengan judul The Raid 2
Sinopsis
Jauh di jantung daerah kumuh Jakarta berdiri
sebuah gedung apartemen terlantar
yang tak tertembus dan menjadi rumah aman bagi gangster, penjahat dan pembunuh
yang paling berbahaya. Blok apartemen kumuh tersebut telah dianggap tak
tersentuh oleh para rival gembong narkoba terkenal
Tama Riyadi, bahkan untuk perwira polisi paling
berani sekalipun. Semuanya berubah ketika sebuah tim polisi senjata dan taktik khususberjumlah 20 orang ditugaskan untuk menyerbu bangunan tersebut dan
mengakhiri teror Tama untuk selamanya.
Di bawah kegelapan dan keheningan
fajar, Rama, seorang calon ayah dan perwira polisi elit baru, dalam regu yang
dipimpin oleh Sersan Jaka, tiba di blok apartemen Tama dengan petunjuk Letnan
Wahyu. Setelah berpapasan dengan Gofar salah seorang penghuni apartemen
tersebut, mereka menerobos masuk dan dengan hati-hati mengamankan para penjahat
penghuninya. Mulai dari lantai dasar dan bergerak naik, dengan terencana mereka
menyusup sampai mencapai lantai enam, namun kemudian mereka terlihat oleh
seorang anak pengintai, yang lari meneriaki temannya yang kedua sebelum dia
tertembak mati oleh peluru senapan serbu Letnan Wahyu.
Peringatan tersebut mencapai Tama dan algojonya, Mad Dog lewat interkom. Tama segera
memanggil bala bantuan. Dua penembak runduk di gedung
samping menembak anggota regu polisi di lantai dasar. Seorang anggota regu
polisi lain segera tewas ditembak oleh penembak runduk setelah melihat keluar
dari jendela. Dalam kekacauan tersebut tahanan mereka lolos dan membunuh dua
polisi lain, mendapatkan kontrol di lantai 5. Sebuah serangan mendadak berhasil
melumpuhkan satu-satunya mobil angkut regu Polisi. Tama mematikan listrik di
seluruh gedung, mengumumkan terdapatnya "tamu tak diundang" terjebak
di lantai 6, dan menjanjikan sewa gratis untuk yang berhasil membunuh mereka.
Regu polisi Jaka masuk dalam
perangkap anak buah Tama di lantai 7 yang menembak mati banyak anggota regu
polisi. Jaka segera mengetahui bahwa misi tersebut ternyata hanya diprakarsai
Letnan Wahyu, sehingga tidak akan ada bala bantuan. Setelah baku tembak, regu
Jaka pun kalah jumlah maupun amunisi dan diburu
oleh anak buah Tama yang kejam dan beringas. Jaka, Wahyu, Bowo, Dagu dan Rama
berhasil selamat, namun terpisah menjadi dua: Jaka, Wahyu dan Dagu di lantai 5,
sedangkan Rama dan Bowo di lantai 7.
Memapah Bowo, Rama bertarung
menerobos koridor lantai 7 dan tiba di apartemen 726 yang dihuni Gofar dan
istrinya, memohon tempat persembunyian dari kejaran anak buah Tama. Geng parang
dan pimpinan mereka memeriksa apartemen Gofar, menusuk dinding tempat
persembunyian Rama, melukai pipi Rama, namun mereka tidak menemukan Rama dan
akhirnya pergi. Rama meninggalkan Bowo dalam perawatan Gofar untuk mencari
jalan keluar. Dia bertempur sengit dengan geng parang, namun kembali dikejar
oleh anak buah Tama yang lain. Rama akhirnya tertangkap oleh Andi, tangan kanan
dan otak bisnis narkoba Tama. Pada
saat yang sama, Jaka berseteru dengan Wahyu karena Wahyu menolak untuk mencari
Rama dan Bowo, membuat Jaka marah dan mempertanyakan integritas kepolisian
Wahyu di balik misi naas tersebut. Jaka segera ditemukan oleh Mad Dog. Letnan Wahyu melarikan diri
dan diikuti Dagu, namun Jaka harus tewas setelah beradu nyali dengan Mad Dog. Sementara itu, Andi
terungkap sebagai kakak Rama yang terasing setelah meninggalkan keluarganya
tanpa jejak. Andi menolak pulang ke keluarganya, namun berjanji mengeluarkan
Rama dari gedung maut tersebut. Dia tak menyangka, Tama ternyata telah
mengetahui pengkhianatannya melalui kamera tersembunyi yang tersebar di seluruh
gedung, menyerahkan Andi ke tangan Mad
Dog (yang sudah membenci Andi) untuk dihabisi.
Rama bergabung kembali dengan Letnan
Wahyu dan Dagu, memutuskan untuk menangkap dan menggunakan Tama sebagai tiket
keluar mereka. Mereka bertiga bertempur melewati laboratorium narkotika menuju
ke markas Tama di lantai 15. Dalam perjalanan, Rama membebaskan Andi dan
bersama-sama bertarung sengit melawan Mad Dog. Rama dan Andi akhirnya mengalahkan Mad Dog dengan sepotong pecahan
dari tabung lampu neon. Sementara itu,
Wahyu dan Dagu membekuk Tama, tapi Wahyu tiba-tiba menembak Dagu. Di tangga,
Rama dan Andi berpapasan dengan Wahyu dan Tama, tapi Wahyu mengancam mereka
untuk tidak ikut campur. Tama menggertak Wahyu bahwa ia telah mengetahui misi
tersebut dari Reza, atasan Wahyu, dan bahwa Wahyu dikirim atasannya untuk
dihabisi, karena Wahyu hanyalah seorang polisi kotor dalam sebuah kepolisian
dengan petinggi-petinggi yang sudah dibayar oleh Tama.
Wahyu pun kalap dan menembak gembong
narkoba tersebut di kepala. Putus asa, Wahyu mencoba bunuh diri namun gagal
karena kehabisan peluru dan ditangkap tanpa perlawanan oleh Rama. Dengan
matinya Tama, Andi pun kini berkuasa di gedung tersebut, menyuruh para
penghuninya untuk kembali ke kamar mereka masing-masing. Andi memberikan Rama
kotak berisi rekaman daftar hitam polisi-polisi
korup. Andi kemudian mengawal Rama, Bowo dan Wahyu, namun tetap menolak tawaran
Rama bergabung dengan mereka, dan masuk kembali ke gedung, sementara Rama
berjalan ke luar gerbang menuju masa depan yang tak pasti.
·
Iko Uwais sebagai
Rama, anggota tim polisi senjata dan taktik khusus dengan agenda tersembunyi, protagonis utama
film.
·
Donny Alamsyah sebagai
Andi, tangan kanan dan otak bisnis narkoba Tama
dan juga kakak dari Rama
·
Pierre Gruno sebagai
Letnan Wahyu, senior kepolisian yang memerintahkan operasi penyerbuan.
·
Ray Sahetapy sebagai
Tama Riyadi, gembong narkoba kejam,
penguasa gedung apartemen dan antagonis utama.
·
Yayan Ruhian sebagai Mad Dog ("anjing gila"),
tangan kanan dan algojo brutal Tama yang berkeahlian silat tinggi.
·
Joe Taslim sebagai
Sersan Jaka, pemimpin operasi penyerbuan.
·
Tegar Satrya sebagai
Bowo, anggota tim polisi senjata dan taktik khusus yang keras kepala.
·
Eka "Piranha" Rahmadia sebagai Dagu, anggota tim polisi senjata dan taktik
khusus.
·
Iang Darmawan sebagai
Gofar, satu-satunya penghuni apartemen yang taat pada hukum.
·
Verdi Solaiman sebagai
Budi, anggota tim polisi senjata dan taktik khusus.
·
Alfridus Godfred sebagai
pimpinan geng parang anak
buah Tama.
·
Hengky Solaiman sebagai
ayah Rama.
·
Fikha Effendi sebagai
istri Rama.
Menurut
sang sutradara sekaligus penulis naskah Film The Raid, Gareth Evans :
"The
Raid bukan sekadar sebuah film Laga, namun ada sesuatu yang
mengajarkan kita semua sebuah kekuatan sebuah pejuangan, untuk bertahan hidup "
|
Gareth Evans - Sutradara
The Raid
|
Penjelasan Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian
:
Di film the raid ini banyak
sekali menceritakan kisah pengabdian dan tanggung jawab polisi sebagai pembantu
pemerintah dan juga disini di ceritakan tentang seorang Rama, seorang calon
ayah dan perwira polisi elit baru, dalam regu yang dipimpin oleh Sersan Jaka ,yang
di suruh atau di perintah (pengabdian) untuk menangkap seorang gembong bandar narkoba
yang selalu merugikan pemerintah yaitu Tama yang tinggal beserta anak buahnya di sebuahgedung
apartemen yang sudah tak layak di di huni .
Bahkan seorang rama dan
beserta para polisi lainnya yang misinya menangkap gembong narkoba tersebut
harus mengalami peristiwa adu saling tembak yang mengakibatkan banyak polisi
yang tewas di tempat dan hanya tersisa 5 polisi saja yaitu jaka
wahyu,rama,dagu,bowo dan di situ pun mereka berlima di bagi menjadi dua regu
yang terpisah . dimana satu regu yaitu jaka, Wahyu dan Dagu di lantai 5,
sedangkan satu regu lagi yaitu Rama dan Bowo di lantai 7 yang dimana dia tetap
menjalankan misinya untuk tanggung jawab nya serta pengabdiannya terhadap
pemerintah agar tidak ada lg kerugian serta masalah-masalah yang terjadi di Negara
itu tersebut.bahkan setelah berhasil menembak mati gembong narkoba tesebut
mereka mendapatkan daftar hitam polisi polisi yang korup,dan berhasil
menyelesaikan misinya yang merupakan tanggung jawab serta pengabdiannya
terhadap pemerintah dan Negara itu tersebut